Nasihat Mad Lebong :
Di dunia, ini hanya kaum cerdik pandai saja yang menduduki kursi emas. Selalu saja kaum cerdik pandai yang memiliki etos pembelajar sejati. Selalu saja kaum cerdik pandai yang bisa meraih kedudukan krusial yang di elu-elukan banyak orang.
Tentunya tidak mudah untuk
bisa mencapai predikat kaum cerdik pandai itu,
dan nggak ada cara lain - untuk menuju hal itu - selain bertahan
dalam menempuh proses. Bertahanlah yang caranya.
Bukankah sebuah kegetunan saat :
Di ujung kanan, ternyata ada
kau masih saja menyaksikan dirimu tetaplah dirimu bertahun-tahun silam, diri
yang galau, dari yang sepi kawan – mungkin punya kawan yang dari dulu
orang-orang itu saja-, diri yang tak kunjung tumbuh melainkan hanya brengos,
jenggot dan jembuntnya saja yang kian rimbun, diri yang ternyata
masih saja berkawan dengan berisik sepi dan remote penghibur semu sebagai
cemilnya, atau diri yang terus saja berkawan dengan sunyinnya keramaian dan
hiruk-pikuk tongkrongan sebagai sajianya, atau mungkin malah diri yang masih
saja terjerat hiburan sexist semu di maya dengan kepala kosong menatapnya.
Lalu di ujung kiri, kau
hanya bisa menghirup nafas dalam-dalam penuh sesak, saat menyaksikan orang lain
yang mungkin kawanmu, misalnya sudah mulai berhasil dengan karya-karyanya, mulai
di kenal dan di akui sana-sini, mulai bisa berbicara yang di perdengarkan dan
di dengarkan oleh khalayak banyak, kian punya banyak relasi sehat, yang benar
saling menumbuhkan antar mereka.
Saat kawan-kawanmu mulai
beranjak, apa kabar denganmu?, masihkah kau hanya seorang diri yang doyan
rebahan sambil melototi gadget berjam-jam?
***
Kau pasti tahu jelas bahwa
akan lebih bermanfaat jika waktumu kau prioritaskan untuk menempa diri, coba
tetap bergerak meski keadaan menuntunmu untuk diam –kalaupun pada akhirnya
mentok juga karena kewajiban sekolahlah, kuliah, kerja, organisasi, atau apapun-,
jelas bahwa secuil waktumu itu harus di pertahankan sekuatmu.
Sekarang jika kau tangguh
bertahan hidup dengan sunyinya ramai atau berisiknya kesepian, kenapa kau
begitu rapuh untuk bertahan dalam proses produktifmu.
Tetaplah bertahan walau di rundung meskipun.
Oleh : lerespati

